Sabtu, 29 Januari 2011

BERIKANLAH IBADAHMU KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATIMU DAN SEGENAP JIWAMU ( Natal 11-12- 2010 )

Prolog : 1
Hai anakKu, janganlah engkau melupakan ajaranKu dan biarlah hatimu memelihara perintahKu. Karena panjang umurmu serta lanjut usiamu serta sejahtera akan ditambahkanNya kepadamu. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau, kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu maka engkau akan mendapat kasih dan pengharapan dalam pandangan Allah serta manusia. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.                    
(…………CONTEMPORER………….)
Part 1
Di suatu perkampungan hiduplah satu keluarga yang hidupnya sederhana dan tetap melayani Tuhan baik duka maupun suka. Ayah dan Ibu dikaruniakan Tuhan seorang putri yang bernama Debora. Saat ini Debora duduk dibangku SMP, dia tetap setia dan sabar membantu orang tuanya, walaupun orang-orang yang disekelilingnya hidup dengan berkecukupan dan memiliki segalanya tapi Debora tidak begitu iri dan cemburu melihat teman-temannya.
Debora : (Masuk dalam pentas/ berjalan sambil memandang-mandang indahnya alam).
Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan, mulai dari adanya alam yang begitu indah, air mengalir di sungai, lautan, burung-burung berkicau di udara, ternak, sampai manusia menikmati seluruh isi bumi ini. Lihatlah matahari, bulan, bintang di cakrawala menerangi bumi. Seluruh alam memuja Engkau dan kami juga memuja Engkau. Terimakasih Tuhan atas berkat dan karuniaMu.
                        (……………KOOR PP GKPI, Betapa Mulia Nama Tuhan…………..)

Part II
            Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan dan janganlah engkau bosan akan perintahNya. Karena Tuhan memberikan ajaranNya kepada yang dikasihiNya seperti sorang ayah sayang terhadap anaknya yang disayanginya).
Ayah dan Debora: (masuk sambil membawa karung dan sampah biasa berjalan sambil memungut sampah).
Ayah: AnakKu jangan pernah engkau meninggalkan Tuhan tetapi panggilah Tuhan.
(Ayah Debora menasihati Debora di tempat mereka memungut sampah)
Sebab Tuhan mengatakan/ mengajarkan kepada manusia (Matius 7: 7) Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
(Debora menundukkan kepala, sambil mendengarkan nasehat Ayahnya).
Ayah dan Debora tetap tekun memulung sampah untuk mereka jual hingga hari pun gelap.

Prolog:
Begitulah kehidupan keluarga Debora, hidup hanya mengandalkan penghasilan dari hasil mulung dan penjualan keliling Ibunya.
Suatu hari Debora membantu Ibunya berjualan keliling.
(Debora dan Ibunya berjalan-jalan)
Disaat Debora dan Ibunya berjualan di sepanjang perjalanan Debora bertemu dengan teman-teman sekolahnya. Teman-teman Debora menghina Debora dan Ibunya, mereka membeli dagangan Ibunya lalu membuangnya dengan alasan kuenya tidak enak.
            (Debora hanya bisa diam sambil menangis dan mengajak Ibunya pergi dari tempat itu).
*Debora dan Ibunya keluar dari pentas.
            Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
                                    (…………….CHILDREN PRAYERS…………..)

Part III
*Pertengahan lagu Debora masuk ke pentas berjalan dengan pelan-pelan.
            Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini. Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
*Debora keluar dari pentas.
Prolog: Hari- hari keluarga Debora berjalan dengan langkah-langkah hidup yang begitu sederhana. Tahun- tahun berlalu, meskipun kehidupan Debora yang sangat sederhana dan selalu dikucilkan oleh teman-temannya dan orang-orang yang tinggal disekelilingnya, dia tetap sabar dan tabah menghadapi kehidupan yang dia terima bersama dengan Ayah dan Ibunya.
*Debora dan Ayah masuk ke pentas 



Prolog:
Natal hampir tiba, Debora dan keluarganya tetap setia dalam melayani Tuhan, membantu orang yang minta pertolongan. Debora juga ikut dalam perayaan natal.
(Debora pergi untuk latihan natal).
                                    (…………CELEBRATE THE GIFT…………..)

Part IV
Prolog:
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, didalam kekuatan kuasanya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawa pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
            Disaat-saat persiapan perayaan natal, Debora bergiat dan rajin belajar lagu-lagu dan mempersiapkan dirinya untuk menyambut kelahiran sang Juru Selamat. Ketika latihan persiapan natal dan pulang dari latihan Debora dikucilkan teman-temannya, dihina, di ejek bahkan tidak ada yang mau menemani dia. Debora lupa diri, lupa akan Tuhan dan dia marah kepada Tuhan, Debora tidak mau lagi berlatih dan bahkan tidak mendengarkan nasehat orangtuanya, Debora marah kepada kedua orangtuanya.
(Debora mencampakkan Koor, Alkitabnya dan dia pergi/ berlari).
                                    (…………..CONTEMPORER………..)

Prolog:
Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam berita injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Yesus Kristus.
*Ayah dan Ibu Debora masuk dengan suasana yang sedih memikirkan Debora, mengapa dia berubah dan meninggalkan Tuhan.
(Ayah menghibur dan memotivasi Ibu Debora yang menangis dan sedih).
                                    (……………CONTEMPORER…………..)

Prolog:
Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik. Tetapi sekali pun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah kristus didalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni supaya mereka yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbiuat baik. Jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat.
Debora pergi meninggalkan kedua orangtuanya dan dia sendirian tanpa memperdulikan orangtuanya.
(Debora duduk sambil merenungkan apa yang dia hadapi, ia menangis dan merasa sangat sedih).

Prolog:
Hai kota mungil Betlehem betapa kau senyap, bintang dilangit gemerlap melihat kau senyap. Namun dilorong gelapmu tersimpan terang baka, harapanku dan doaku kini terkabullah.
                                    (…………….O’ CHRISTMASS TREE…………..)  

Part V
Prolog:
 Saudara-saudara kalaupaun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu kejalan yang benar dalam roh lemah lembut sambil menjaga dirimu sendiri supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus, sebab kalau seorang menyangka bahwa ia berarti padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
(Debora berjalan-jalan dan pikirannya kosong, ketika dia berjalan Debora bertemu dengan salah seorang yang baik hati dan bertanya kepada Debora mengapa dia sendirian. Ia bercerita kepada Ester, Ester mengajak Debora kesuatu tempat dan menasehati Debora).
Prolog: Jangan sesat Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya tetapi barangsiapa menabur dalam roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari roh itu.
(Ester menasehati dan menyuruh Debora untuk pulang kerumah orangtuanya. Debora pun pulang kerumah dan meminta maaf kepada orangtuanya. Mereka merayakan natal bersama-sama dengan hati yang penuh sukacita).
Puji Bapa surga, Bapa dunia, puji kuat kuasaNya puji karyaNya, puji Dia hai bangsa hai seluruh raja seluruh ciptaanNya, serukan pujian bagiNya Tuhan alam raya, kabarkan keagunganNya setia selamanaya. Puji dan hormat dan berkat dan kuasa selalu padaNya.
                                    (…………MAKE HIS PRAISE GLORIOUS………..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...