Selasa, 22 Maret 2011

Lahir Kembali

Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (Titus 3:5)

Surat kepada Titus berbicara tentang permandian kelahiran kembali (Titus 3:5). Ide tentang kelahiran kembali disebutkan juga sebagai orang yang mati bersama dengan Kristus dan yang kemudian bangkit ke dalam hidup yang baru (Roma 6:1-11). Ia juga berbicara tentang orang-orang yang baru saja menjadi Kristen sebagai bayi-bayi di dalam Kristus, yaitu orang-orang yang belum dewasa di dalam Kristus (1 Kor.3: 1-2).

Jika seseorang ada di dalam Kristus maka seolah-olah ia telah diciptakan baru lagi (2 Kor.5:17). Di dalam Kristus ada ciptaan baru (Galatia 6:15). Manusia yang baru itu diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran (Ef.4:22-24). Orang yang berada pada tahap-tahap permulaan iman Kristen adalah seorang bayi (Ibrani 5:12-14). Jadi ide tentang kelahiran kembali, penciptaan kembali itu ada di seluruh PB. (William Barclay, hl. 213)

Ungkapan dilahirkan kembali dan ide tentang kelahiran kembali terdapat di seluruh Perjanjian Baru. Petrus pernah berkata-kata tentang dirinya yang dilahirkan kembali oleh anugerah Allah yang besar (1 Petrus 1:3). Ia berbicara tentang kelahiran kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yang tidak fana (1 Pet.1:22, 23).Yesus menjelaskan: “Tidak ada seorang pun yang akan melihat Kerajaan Allah, jika tidak dilahirkan kembali.” Kata yang digunakan adalah yang artinya, “kuasa dari atas” (bnd.Yoh. 3:31; 19: 11). jika seseorang tidak dilahirkan kembali dari ”kuasa yang dari atas,” maka seseorang tidak akan mungkin masuk ke dalam Kerajaan Allah dan itu berarti keikutsertaan dalam keselamatan juga tertutup.Barang siapa mau masuk ke dalam Kerajaan Allah, ia membutuhkan pembaharuan yang radikal, yaitu kelahiran kembali yang dilakukan langsung oleh Roh Kudus. Manusia hanya akan” lahir baru” dan menjadi “manusia baru” apabila ia mengalami kelahiran baru melalui Roh, yang akan mengubah secara keseluruhan kehidupannya.Demikianlah iman adalah cara bereksistensi dari hidup yang baru oleh karena Roh, artinya, hidup yang baru yang dikuasai Roh Kudus itu adalah hidup di dalam iman. Hidup dari iman berarti hidup di dalam persekutuan dengan Kristus, sedang hidup di dalam persekutuan dengan Kristus sama artinya dengan hidup di dalam persekutuan dengan Roh Kudus.

Oleh karena iman adalah cara bereksistensi dari “kelahiran kembali” atau dari hidup yang baru yang dikuasai Roh Kudus, maka di dalam iman itu pertama-tama terdapat unsur ketaatan, karena iman adalah iman kepada Injil sebagai pemberitaan berita keselamatan yang berdaulat. Karena itu iman sebagai ketaatan tidak dapat dilepaskan daripada isi Injil, sebab iman adalah menaati isi Injil. (Roma 1:5 bnd juga dengan Roma 16:26.)
Manusia yang baru, atau juga cara hidup yang baru ini harus terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. Dari sini jelas bahwa hidup yang baru itu bukanlah hidup yang telah selesai, melainkan hidup yang masih terus-menerus bertumbuh, yang masih terus-menerus diperbaharui sampai orang memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. Menurut rasul Paulus, manusia yang baru itu nampak dalam kehidupannya yang berbelas kasih, murah hati, mau merendahkan hati dan berlaku lemah lembut, dll. (Kolose 3: 12-16)

Doa: sungguh sangat bersyukur kami Tuhan hanya oleh krelaan kehendakMu saja kami Engkau ubahkan menjadi manusia baru yang seturut kehendakMu sehingga kami menjadi bagian daripada warga kerajaan surga bersamaMu didalam Kristus Juruselamat kami.... a m e n.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...