Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.
Hakikat hidup manusia sebagai makhluk yang hidupnya berasal dan bergantung pada Allah adalah beribadah kepada-Nya. supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Roma 12:1).
Jadi ibadah bukan saja melakukan upacara ibadah seperti mempersembahkan korban pada orang Israel, melainkan mengenal Allah dan kehendak-Nya. Bagaimana mungkin kita dapat mengenal Allah, bila tidak mendengarkan sabda kehendak-Nya, bila tidak memiliki sikap dengar-dengaran? Karena: iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)
Dengan segala kerendahan hati dihadiratNya Yang Kudus tetap bersandar sepenuhnya kepada FirmanNya yang hidup. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Tuhan mampukan kami dengan ROH KUDUSMU, agar kami seturut dalam kehendakMu dalam keberadaan kami………….. a m i n.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar